John Lennon Ternyata Tak Menyukai Beberapa Lagu The Beatles
Kisah di Balik Kritik John Lennon terhadap Lagu The Beatles
The Beatles dikenal sebagai salah satu band paling berpengaruh dalam sejarah musik dunia. Banyak lagu mereka menjadi legenda dan tetap populer hingga kini. Namun, tidak semua karya dari band tersebut disukai oleh para anggotanya sendiri, termasuk John Lennon.
Dalam berbagai wawancara setelah masa kejayaan The Beatles, Lennon pernah secara jujur mengkritik sejumlah lagu dari band tersebut. Bahkan, beberapa lagu yang ia kritik merupakan ciptaannya sendiri. Sikap ini menunjukkan bahwa Lennon memiliki standar tinggi terhadap karya musiknya.
Sebagai musisi yang perfeksionis, Lennon sering menilai ulang karya lamanya. Ia tidak segan menyebut beberapa lagu The Beatles sebagai karya yang kurang memuaskan atau dibuat dengan terburu-buru.
Lagu The Beatles yang Tidak Disukai John Lennon
Salah satu lagu yang paling sering disebut Lennon sebagai karya yang tidak ia sukai adalah “Run for Your Life” dari album Rubber Soul (1965). Lennon pernah mengatakan bahwa lagu tersebut dibuat secara cepat tanpa pemikiran mendalam. Ia bahkan menyebutnya sebagai lagu yang sekadar dibuat untuk melengkapi album.
Selain itu, Lennon juga pernah mengkritik lagu “It’s Only Love”, yang menurutnya memiliki lirik yang buruk. Ia menganggap lagu tersebut tidak cukup kuat secara penulisan.
Ada pula lagu “Yes It Is” yang pernah ia nilai sebagai upaya gagal untuk meniru gaya lagu sebelumnya. Meski begitu, banyak penggemar justru menganggap lagu ini sebagai karya emosional yang menarik.
Beberapa lagu lain juga pernah mendapat komentar negatif dari Lennon, termasuk lagu yang ditulis oleh Paul McCartney. Misalnya “When I’m Sixty-Four” yang ia sebut sebagai “granny music” atau musik yang terlalu klasik.
Mengapa John Lennon Bersikap Kritis?
Ada beberapa alasan mengapa Lennon begitu kritis terhadap lagu-lagu The Beatles. Salah satunya adalah perubahan selera musiknya seiring waktu. Saat band masih aktif, banyak lagu dibuat dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan industri rekaman.
Setelah band bubar, Lennon mulai mengevaluasi karya-karya lama dengan perspektif baru. Ia merasa beberapa lagu tidak mencerminkan kedalaman artistik yang ia inginkan.
Selain itu, hubungan kreatif antara Lennon dan Paul McCartney juga memengaruhi pandangannya. Persaingan sehat di antara keduanya sering membuat Lennon lebih keras dalam menilai lagu-lagu The Beatles.
Baca Juga: Menkes Tegaskan Pengidap Campak Tidak Boleh Keluar Rumah, Ini Alasannya
Tetap Jadi Legenda Musik Dunia
Walau Lennon mengkritik beberapa lagu The Beatles, hal tersebut tidak mengurangi pengaruh besar band ini dalam sejarah musik. Lagu-lagu mereka tetap menjadi inspirasi bagi banyak musisi di seluruh dunia.
Menariknya, beberapa lagu yang pernah dikritik Lennon justru sangat dicintai penggemar. Hal ini menunjukkan bahwa karya seni bisa memiliki makna berbeda bagi penciptanya dan pendengarnya.
Pada akhirnya, kejujuran Lennon dalam menilai karya sendiri justru memperlihatkan sisi manusiawi dari seorang legenda musik. Ia tidak ragu mengakui bahwa tidak semua karyanya sempurna, meskipun dunia tetap menganggapnya sebagai ikon musik sepanjang masa.




